Thursday, March 22, 2012

Tips Sehat : Cara Menjaga Stamina dengan Baik


Seberapa pentingkah stamina untuk menjalankan aktifitas sehari-hari? Terkadang kita terlalu meremehkan soal stamina. Pada kondisi tertentu, tubuh kita sangat gampang kehabisan stamina, padahal belum tentu aktifitas yang kita kerjakan adalah aktifitas fisik yang berat.

Terkadang kita tidak menyadari bahwa pekerjaan yang kita lakukan itu bisa menguras stamina, padahal aktifitas yang sedang kita kerjakan hanya aktifitas yang kita anggap aktifitas ringan. Kegiatan duduk didepan komputer, berjalan menuju kantor, naik turun tangga sampai aktifitas menunggu angkutan umum dengan cara berdiri akan membuat stamina dalam tubuh terkuras sedikit demi sedikit. Memang tidak terasa pengurangannya, karena tidak terlalu mengeluarkan keringat. Duduk di depan komputer misalnya. Meski tidak berat, sejatinya otot-otot kita bekerja sangat keras dalam menyangga tubuh yang duduk selama berjam-jam.  Bahkan mereka yang bekerja di dalam kantor tidak kalah capai dengan mereka yang biasa beraktifitas di luar ruangan.

Selain untuk menyangga tubuh, energi juga diperlukan untuk proses berfikir. Otak kita membutuhkan kalori tiga kali lebih banyak jika dibandingkan dengan otot. Oleh sebab itu, begitu pekerjaan selesai, rasa capek dan penat langsung menyerang. Terkadang, meski pekerjaan kita belum tuntas, banyak yang sudah loyo.
Stamina itu berkaitan erat dengan ketersediaan cadangan energi dalam tubuh. Jika stamina menurun, berarti cadangan energi dalam tubuh sedang minim. Agar tidak mudah loyo, kapasitas cadangan energi dalam tubuh bisa ditingkatkan. Cara yang kita lakukan adalah wadah tempat penyimpanan energinya dibesarkan. Wadah itu bernama mitokondria.

Yang dimaksud dengan mitokondria adalah badan energi sel yang berisi protein dan merupakan “gardu tenaga” yang mengoksidasi makanan dan mengubah energi menjadi adenosine trifosfat (ATP). ATP menjadi agen dalam berbagai reaksi, termasuk sintesis enzim. Mitokondria berada di dalam sel-sel otot. Karena itu, jika menginginkan wadah energi yang lebih besar, otot harus diperbesar.

Cara-cara yang bisa dilakukan untuk memperbesar otot tersebut adalah dengan berolahraga secara rutin. Olahraga yang disarankan adalah olahraga yang meningkatkan detak jantung seperti jogging, bersepeda atau treadmill.
Untuk mendapatkan benefit dari olahraga, waktu berolah raga menjadi kunci penting. Disini olahraga dilakukan minimal 30 menit agar denyut jantung berada di training zone yang tepat. Detak jantung harus meningkat secara perlahan dari 65 persen sampai maksimal 85 persen. Untuk menghitung training zone, rumusnya adalah 220-usia.

Olahraga perlu dilakukan rutin tiga hingga lima kali dalam seminggu. Tidak perlu tiap hari, karena tubuh juga membutuhkan recovery untuk membuang penumpukan asam laktat. Asam itu muncul karena aktifitas tubuh tanpa diiringi pasokan oksigen yang cukup sehingga otot mengambil bahan bakar dari glukosa yang disimpan dalam tubuh. Pemecahan glukosa oleh tubuh menimbulkan penumpukan asam laktat yang bisa menimbulkan rasa nyeri dan kelelahan. Masa recovery ini untuk menghindari terjadinya cedera.

Otot yang terlatih baik akan memperbesar  wadah cadangan energi. Selain itu, tubuh juga akan lebih tahan lama jika digunakan untuk bekerja dan kebugaran tubuh lebih terjaga, sehingga kita tidak akan mudah lelah.(MSH)

No comments:

Post a Comment