Sugeng Rawuh Wonten Blog-ipun Piyantun Ndeso nanging Radi Cerdas............
Showing posts with label Info Otomotif. Show all posts
Showing posts with label Info Otomotif. Show all posts

Thursday, October 25, 2012

Efisiensi Pendingin Oli (Oil Cooler) pada Kendaraan Roda Tiga


Banyak kendaraan roda tiga sedang tren menggunakan sistem pendingin yang diklaim akan meningkatkan kinerja mesin secara optimal. Tetapi yang perlu diingat bahwa sistem pendingin tersebut harus lebih efektif dan efisien jika digunakan, agar biaya operasional untuk usaha kita tidak terjadi pembengkakan akibat perawatan ataupun perbaikan ketika kita membeli roda tiga yang menggunakan sistem pendinginan.
Banyak pertanyaan yang dilontarkan oleh para konsumen ketika akan membeli kendaraan roda tiga. Pilih yang menggunakan pendingin oli (oil cooler) atau yang menggunakan radiator (water cooler).
Berikut ini kita sampaikan perbandingan antara pendingin oli (oil cooler) dengan radiator (water cooler) :

1.   Cara kerja sistem pendingin.
Setiap bentuk mesin motor dirancang secara unik sesuai dengan kinerja komponen didalamnya. Mesin roda tiga 200 cc yang menggunakan oil cooler dan sirip pada konstruksi mesin sebagai pendingin membuat oli secara konsisten mendinginkan mesin pada saat mesin tersebut dihidupkan/bekerja. Sedangkan sirip mesin berfungsi menyalurkan panas mesin keluar sehingga mempercepat pendinginan suhu dalam mesin. Pada sistem mesin yang menggunakan radiator (water cooler), kinerjanya sangat tergantung pada kinerja fungsi kipas pendingin dan cairan pendingin (liquid coolant), sehingga apabila kipas pendingin tidak berfungsi, secara otomatis mesin akan overheat dan merusak komponen-komponenya akibat dari tidak berfungsinya sistem pendingin.

2.   Penggunaan jenis substansi pendingin.
Pada oil cooler, penggunaan oli menjadikan kotak pendingin secara otomatis terlindung dari karat, itu membuat komponennya lebih awet. Sedangkan pada sistem radiator (water cooler), penggunaan liquid coolant-nya perlu diperhatikan. Apabila tidak menggunakan cairan yang baik atau hanya menggunakan air biasa, lama-kelamaan akan terjadi karat pada komponen-nya, karena air merupakan substansi yang bersifat korosif.

3.   Kinerja pendinginan.
Sistem pendingin water cooler didukung oleh kipas sebagai komponen penting dalam mendinginkan suhu mesin dengan cepat. Sedangkan pada roda tiga dalam hal ini Tossa, menggunakan extra fan untuk meningkatkan kinerja pendinginan oil cooler. Namun yang perlu diperhatikan adalah tidak selalu dibutuhkan penggunaan extra fan pada  kendaraan anda.
Konstruksi mesin Tossa Hercules telah dirancang sesuai dengan daya angkut yang direkomendasikan. Sehingga apabila konsumen menggunakan kendaraan sesuai dengan beban dan ketentuan, tidak diperlukan adanya penambahan extra fan. Dengan kata lain, extra fan hanya akan menjadi aksesoris yang fungsinya tidak diperlukan.

4.   Harga yang lebih ekonomis.
Penyematan water cooler pada kendaraan roda tiga yang notabene memiliki jumlah komponen lebih banyak dan perawatan yang tinggi, menjadikan harganya jauh lebih mahal dibandingkan dengan oil cooler. Sedangkan fungsionalnya kurang signifikan. Jadi jika untuk investasi usaha, lebih smart jika kita menggunakan mesin yang menggunakan oil cooler. (o-c).

Dapatkan segera Tossa New Super Hercules Series di dealer terdekat !!!
 

Saturday, October 13, 2012

Toyota Tarik Kembali Empat Jenis Variannya

Jakarta - Indonesia terkena imbas penarikan yang tengah dikampanyekan oleh Toyota, untuk sekitar 7,4 juta unit produknya di seluruh dunia. Dan di Indonesia akan ada sebanyak 53 ribu sedan yang akan di-recall, terdiri dari model Yaris, Vios, Corolla Altis, dan Camry, produksi Thailand tahun 2006 - 2008.
Untuk diketahui, pada Rabu (10/10), Toyota mengumumkan kampanye perbaikan secara global terhadap 7,4 juta kendaraan, Rabu (10/10). Penarikan secara global ini diambil menyusul adanya kerusakan pada saklar power window.
Permasalahan muncul karena penggunaan pelumas komersial, bukan minyak pelumas khusus yang digunakan oleh pabrik. Hal ini dapat mengakibatkan panas berlebih sehingga dapat melelehkan saklar.
Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM), Joko Trisanyoto, di Jakarta, Kamis (11/10), menjelaskan, pengumuman pemeriksaan kembali empat model sedan yang dipasarkan di Indonesia pada kurun waktu 2006 - 2008 tersebut merupakan bagian dari instruksi Toyota Motor Corp (TMC).
berdasarkan investigasi TMC kemungkinan ada kekurangan pelumas pada tombol utama pengatur jendela mobil tersebut atau master power-window switch (tombol jendela dekat supir). Masalah terjadi bukan pada jendela dekat supir, tetapi di tiga jendela lainnya.
"Hingga saat ini di Indonesia, kami belum terima keluhan terkait masalah itu. Namun di Jepang sudah ada," katanya.
Oleh karena itu, TAM selaku agen tunggal pemegang merek (ATPM) Toyota akan melakukan pemanggilan para pemilik empat model sedan dengan tahun produksi 2006 - 2008 itu, untuk membawa mobil mereka ke bengkel Toyota terdekat.
"Para dealer sedang kami persiapkan untuk melakukan pemanggilan dan penjadwalan untuk melakukan pemeriksaan," ujar Joko.
Namun, ia mempersilahkan para pemilik sedan tersebut untuk datang langsung ke bengkel terdekat bila mobil mereka terdeteksi mengalami gangguan pada tombol jendela penumpang seperti tersendat atau macet.
Menurut Joko, pemeriksaaan dan perbaikan mobil tersebut memakan waktu antara 30 menit hingga satu jam.
Sejauh ini, suku cadang yang diperlukan untuk perbaikan tombol utama pada jendela mobil empat model sedan (2006 - 2008) tersebut relatif tersedia, karena TAM setidaknya memiliki stok untuk berbagai suku cadang mobil yang dipasarkan di Indonesia.
GM Perencanaan Perusahaan dan Hubungan Masyarakat TAM, Widyawati, mengatakan bahwa pada periode 2006 - 2008 pihaknya menjual sebanyak 33.199 unit Yaris, 12.144 unit Vios, 4.879 unit Corolla Altis, dan 7.007 unit Camry atau seluruhnya berjumlah 57.229 unit.
Namun diperkirakan, yang terkenda penarikan untuk perbaikan hanya sekitar 53 ribu unit, karena hanya dari bulan tertentu yang mengalami gangguan pada tombol utama jendela mobil.(o-c)

Thursday, April 26, 2012

Tossa Hercules Varian Terbaru


Pico Hercules

 

Harga On The Road Jatim Rp 14.690.000
Bisa Cash atau Kredit



Dengan Uang Muka Rp 2 Juta-an
Angsuran Rp 500 Ribu-an


Untuk Wilayah Eks. Karesidenan Kediri
Hubungi : SUGENG
Di Nomor : 0856 4903  2021 / 0877 5911 0515
0888 709 1323 / Pin BB 27732204

Harga OTR sewaktu-waktu bisa berubah tanpa pemberitahuan terlebih dahulu....

Monday, April 2, 2012

Info Otomotif : Penyebab Kerusakan Accu (Aki)


Pada waktu jalan, ketika kita mau menggunakan klakson ternyata suara klaksonnya tidak bersuara nyaring lagi seperti biasanya, atau ketika pada waktu malam, lampu utama sepeda motor atau mobil tidak terang lagi seperti biasanya. Ada apa gerangan? Ternyata hal itu disebabkan oleh accu (aki) sepeda motor kita yang tidak normal/rusak.  Yang jadi pertanyaan adalah, kenapa aki bisa rusak?

Penyebab kerusakan accu (aki) adalah sebagai berikut :

1.   Karena lama dipakai. Accu (aki) sama dengan barang-barang lainnya yang akan berkurang kemampuannya sesuai dengan waktu pemakaian, meskipun telah dirawat dan dipergunakan dengan benar. Tanda-tanda accu (aki) yang sudah berkurang kemampuannya yaitu plat sudah mulai hitam, ram naik dan sebagian pasta rontok. Seiring dengan usia accu (aki), penambahan air accu (aki) harus semakn sering. Seiring dengan usia accu (aki), kemampuan untuk menyimpan stroom semakin lemah.

2.     Karena salah dalam pemasangan. Pemasangan terminal plus (+) dan minus (-) yang terbalik, bisa menyebabkan korsleting. Pemasangan terminal dalam keadaan kotor, mengakibatkan laju pengisian listrik (stroom) terhambat. Pemasangan braket (clamp) yang kendor, mengakibatkan vibrasi/getaran yang berlebihan sehingga menyebabkan rusaknya sel, terminal bahkan korslet dan kemungkinan meledak.

3.  Karena dipergunakan melebihi kemampuannya. Sebagai contoh, mobil yang seharusnya menggunakan accu (aki) type n 70 diganti dengan type n 50 (kapasitas lebih kecil berakibat turunnya usia accu/aki dari yang seharusnya)

4.      Karena kelebihan stroom (charging) dari dynamo ampere. Accu (aki) yang diisi stroom berlebihan (over charging) data mengakibatkan panas dan plat bengkok, bahkan menyebabkan rontoknya plat yang ada dalam sel accu (aki).

5.      Karena kurang perawatan. Accu (aki) yang tidak dirawatmengakibatkan under charge dan turunnya usia / masa pakai accu (aki) secara drastis. Sebagai contoh, accu (aki) dalam keadaan kotor baik casing maupun terminalnya (parasitic load) dan accu (aki) yang kurang cairan elektrolitnya (air accu/aki) dibawah level lower.

6.      Karena efek kerusakan sistem kelistrikan kendaraan. Sistem kelistrikan mobil sangat berpengaruh sekali terhadap usia accu (aki). Dinamo ampere yang rusak dapat mengakibatkannya under charge atau over charge. Dinamo starter yang rusak/korslet, dapat mengakibatkan under charge bahkan dapat menyebabkan rusaknya accu (aki). Keadaan kabel-kabel dalam kelistrikan mobil yang tidak baik, dapat menyebabkan terganggunya arus pengisian (stroom) dan korsleting.


Untuk menghindari kerusakan accu (aki), lakukanlah perawatan dan pemeriksaan sistem kelistrikan kendaraan anda dengan teratur di bengkel langganan anda. (MSH)