Sugeng Rawuh Wonten Blog-ipun Piyantun Ndeso nanging Radi Cerdas............

Saturday, March 5, 2016

Mencegah Penyakit Kekerdilan pada Ayam

Tips Praktis Mencegah Ayam Kerdil

Kekerdilan pada ayam memang disebabkan oleh bibit yang kurang baik, namun tidak hanya itu saja yang menyebabkan kekerdilan pada ayam, ternyata faktor manajemen pemeliharaan juga merupakan faktor yang membuat ayam itu kerdil atau tidak dapat tumbuh dengan normal.

Kasus ayam kerdil atau pertumbuhan lambat (slow growth) tidak hanya menyerang pada ayam pedaging saja, kasus ini juga bisa terjadi pada ayam pullet. Jadi diperlukan manjemen pemeliharaan yang baik untuk mencegah atau paling tidak untuk meminimalisir slow growth pada peternakan.

Biasanya, jika sudah dijumpai ayam kerdil di peternakan, sebaiknya ayam tersebut segera untuk dimusnahkan atau dipanen dini apabila memungkinkan untuk menghindari kerugian lebih lanjut. Pemusnahan ayam dapat dilakukan pada ayam pullet yang mengalami kekerdilan. Selain dua faktor diatas, musim penghujan juga memiliki peran terhadap kasus ayam kerdil ini. Pada saat musim penghujan, kasus penyakit yang terjadi biasanya adalah penyakit-penyakit yang terkait dengan pernafasan dan pencernaan. Penyakit kekerdilan pada ayam ini dapat terjadi karena berbagai sebab, bisa karena pencernaan terkait dengan pakan, bibit ayam itu sendiri yang jelek atau bisa juga dari serangan virus. Kaitan antara musim penghujan dan pakan adalah pada soal kualitas pakan dan manajemen penyimpanan pakan di kandang. Bahkan musim penghujan sangat erat berkaitan dengan soal kualitas pakan yang ditumbuhi jamur yang bisa menyebabkan mikotoksikosis yang ujung-ujungnya juga bisa menyebabkan kekerdilan pada ayam. Jadi diperlukan perhatian khusus dalam penyimpanan pakan pada saat musim penghujan, sehingga tidak mudah ditumbuhi jamur.
Adanya jamur, cadinda, maldigesti, dan kapang bisa menyebabkan absorbsi di usus. Dahulu kejadian ini hanya terjadi pada ayam  broiler, namun hal tersebut sekarang juga bisa terjadi pada ayam layer pada masa pemeliharaan dara. Pertumbuhannya terhambat, umur masa produksi juga melambat. Secara patologi anatomi terjadi kerusakan usus, pankreas, dan proventrikulus yang menyebabkan terjadinya malabsorbsi.

Lingkungan yang curah hujannya cukup tinggi juga bisa menyebabkan kadar oksigen turun drastis, terutama didaerah pegunungan dan ditunjang lagi dengan kurangnya pemanas. Hal ini juga bisa berpengaruh dengan pertumbuhan ayam secara normal. Ketika cuaca tidak beraturan, ini yang menyebabkan kelembaban, suhu, level oksigen dan CO menjadi sangat sulit untuk diatur dan dikendalikan dalam hatchery. Padahal kita tahu bahwa embrio modern sangat rentan dalam hal kebutuhan oksigen. Tercukupi atau tidaknya oksigen sangat berpengaruh pada aktifitas ayam termasuk dalam kegiatan makan.

Pada masa brooding juga memberikan peran yang tidak kalah pentingnya. Ketika akhirnya peternak memutuskan memasukkan DOC (Day Old Chick / anak ayam umur sehari ) ke dalam kandang, persiapannya brooding harus sudah siap. Persiapan tersebut meliputi chick guard, pemanas, tirai dalam, tirai luar, tempat minum dan tempat pakan. Jika kandang berwujud kandang panggung, maka seluruh lantai harus ditutup. Chick guard berdiameter 3 M untuk 750 ekor, kemudian pemanas dinyalakan 2 jam sebelum DOC datang. Yang perlu diperhatikan pula yakni suhu brooding setiap saat terutama pada dini hari saat suhu terdingin yaitu sekitar jam 2 pagi, dan pada saat siang hari saat suhu terpanas antara jam 11-14. Bila konrol suhu dapat dilakukan dengan baik, maka anak ayam akan merasa nyaman. Suhu yang tidak terlalu panas atau tidak terlalu dingin, membuat anak ayam dapat makan dan minum dengan baik. Untuk mengatasi masalah kekerdilan pada ayam dengan kondisi lingkungan yang sangat dingin, pemanas harus kuat betul. Yang terpenting adalah kepekaan terhadap suhu. Usahakan ada thermometer di setiap kandang. Jika tidak ada dapat menggunakan tubuh peternak sebagai patokan dan atau melihat pola penyebaran anak ayam yang merata pada saat itu. Peternak harus tahu kapan mengatur suhu brooding dan kandang.

Perlu diingat, kondisi brooding akan mempengaruhi penyerapan kuning telor. Bila suhu terlalu panas, kuning telor akan menjadi kering, begitu pula sebaliknya jika tidak panas, saluran kuning telor akan menyempit. Kedua-duanya akan menyebabkan kuning telor menjadi tidak sempurna. Padahal dalam kuning telor selain terdapat cadangan makanan, hormon, vitamin, juga merupakan sumber kekebalan yang diturunkan dari induk. Bila kuning telor tidak terserap sempurna, akan ada masalah kesehatan pada anak ayam. Hal itu penting untuk menjaga kekbalan pada anak ayam, sebab apabila kekebalan yang diwariskan dari induk lemah, bisa menyebabkan ayam mengalami gagal dalam pertumbuhannya dan rentan terhadap berbagai macam penyakit.

Selain itu, penyesuaian tirai juga harus dilakukan dengan rajin. Ada saatnya membuka, dan ada saatnya menutup, bahkan menutup tirai dengan rangkap. Dalam kondisi hujan yang terus menerus dan kondisi cuaca berkabut, diperlukan tirai tambahan. Namun sayangnya dalam kenyataannya untuk daerah-daerah yang dingin, tirai tidak dibuat rangkap. Tirai rangkap sangat dibutuhkan pada kondisi ini. Kemudian operator jangan sampai teledor dalam mengatur pemanas kandang. Jika ingin praktis, atau mengurangi kelemahan ini, bisa digunakan pemanas yang otomatis. Pemberian disinfektan pada pusar ayam yang basah juga diperlukan. Tindakan ini bertujuan untuk meminimalisir infeksi yang berakibat kerdil pada ayam.

Yang paling penting, jika ditemui adanya ayam yang menunjukkan cirri-ciri kekerdilan, maka sesegera mungkin untuk mengeliminasinya dengan tujuan untuk menghindari persebaran penyakit ke ayam yang lainnya. Dan untuk menghindari kerugian yang lebih besar lagi karena ayam yang mengalami kekerdilan akan makan sebagaimana layaknya ayam yang normal, namun pertumbuhan beratnya tidak mencapai separuh dari berat ayam yang normal.
                                                                                 

Didapat dari berbagai sumber………….

No comments:

Post a Comment