Sugeng Rawuh Wonten Blog-ipun Piyantun Ndeso nanging Radi Cerdas............

Saturday, May 18, 2013

Mengenal Seluk Beluk Fobia dan Penanganannya


Fobia merupakan kecemasan atau ketakutan yang irasional terhadap suatu kondisi tertentu atau terhadap suatu benda. Jika hal ini terjadi secara terus menerus, dikhawatirkan nantinya akan mengganggu kehidupan normal. Namun, kita juga jangan terlalu larut dalam kekhawatiran, karena ternyata fobia juga bisa untuk disembuhkan.

Penderita kelainan ini mempunyai keinginan kuat untuk menghindari kontak secara langsung dengan situasi atau obyek yang dia takuti dan hal itulah yang akan mengganggu kehidupannya secara tidak langsung. Selain itu penderita ini juga tidak menginginkan reaksi panik atas kejadian yang terjadi karena fobia-nya seperti berkeringat, cemas dan denyut jantung yang bergerak secara cepat. Dan itu dia sadar bahwa reaksi ini merupakan hal yang tidak wajar.

Menghindar dari obyek yang ditakuti atau situasi yang tidak diinginkan oleh penderita adalah hal yang wajar. Namun hal tersebut tidak akan menyelesaikan masalah yang terjadi atau dalam kata lain, tidak akan menyembuhkan kefobia-annya tersebut.

Sebenarnya fobia ini dapat disembuhkan dengan catatan, harus ada keinginan kuat yang timbul dari penderitanya sendiri untuk sembuh. Keluarga dan lingkungan juga harus mendukung agar si penderita bisa cepat sembuh dari kelainan ini. Jika kemauan untuk sembuh sudah ada, maka hal itu mudah untuk dilakukan dengan sistem terapi. Proses penyembuhan bisa dilakukan dengan berkonsultasi dengan ahli atau dilakukan sendiri dengan pengawasan keluarga.

Jika kelainan ini sudah mengganggu aktifitas sehari-hari, disarankan untuk segera berkonsultasi dengan para psikolog atau dengan psikiater. Selain mengganggu psikologis penderita, kelainan ini juga akan mengganggu kenyamanan hidup dari si penderita. Selain itu, dampak lain juga akan terjadi pada kesehatan fisik penderita. Tangan yang berkeringat dan gemetaran juga akan mengganggu kesehatan jantung penderita karena selalu diliputi dengan kecemasan.

Proses terapi untuk penderita kelainan ini bisa dimulai dengan terapi psikoanalisa. Terapi ini bertujuan untuk menggali mengenai hal-hal apa saja yang dialami oleh penderita sebelum fobia ini muncul. Aliran ini berkeyakinan bahwa sesuatu yang tidak disukai oleh seseorang akan ditekan sedalam mungkin sehingga dia akan lupa. Seorang psikolog akan mengingatkan kembali mengenai hal-hal apa saja yang telah dialami si penderita untuk mengetahui penyebab fobia-nya.

Langkah selanjutnya adalah dengan mengubah cara berfikir kognitif pasien yang irasional terhadap obyek atau hal-hal yang ditakutkan penderita. Pendekatan ini disebut dengan pendekatan Cognitive Behavioristic Therapy (CBT). Disini penderita akan diajak sedikit demi sedikit mendekati obyek atau situasi yang ditakutinya. Mulai dari jarak yang terjauh hingga jarak yang terdekat dengan diselipi kalimat motivasi untuk meyakinkan si penderita ternyata apa yang dia takuti sebenarnya hanyalah ketakutan yang tidak masuk akal. Disini seorang psikolog akan diajak masuk ke suasana rileks. Gejala seperti detak jantung yang kencang atau nafas yang terengah-engah diredam dengan suasana yang rileks.

Hal lain yang dilakukan selain terapi bersama psikolog atau psikiater, yakni latihan pernafasan ataupun meditasi untuk belajar bagaimana menredam atau mengatasi serangan panik ketika sedang menghadapi obyek atau situasi yang ditakuti. Latihan seperti ini bisa dilakukan sendiri di rumah.

Didapat dari berbagai sumber…….

No comments:

Post a Comment